Jatidiri (1) PETUALANG KOBOI Bertemu Mata Elang

resize-of-picture-168.jpg 

Adakah di antara rekan-rekan yang merindukan sebuah masa lalu? Saya yakin sekali pasti ada. Apalagi bagi seseorang yang doyan berpetualang.

Duduk sendiri diremangnya kamar ini memandangi sebuah pesan-pesan yg terimpan dari sms seorang pemuda koboi dimasa lalu…….. Dahulu, ketika saya masih tinggal di bersama pemuda koboi ini , dimasa dia belum berkeluarga, dimasa waktu bujang, sampai muncul istilah “Romantis Rokok Makan Gratis” kita bertiga membentuk team yang cukup solid dengan nama “Team Eagle” karena uniknya masing masing punya ciri khas yang berbeda- beda , pemuda koboi ini menjuluki namanya “si mata elang” entah ini istilah dari mana yang menurutnya diambil dari bahasa sandi dari Brama Kumbara cerita silat indonesia kuno. Ada juga pengalaman menarik tidak terlupakan ketika sang koboi mengarungi bisnis mulai dari menjual kambing, menjual martabak, jualan travel, berjualan Rumah tua tak berhuni, seribu macam cara mencari jatidiri sampai menemukan jalan, kebetulan kami bertiga selalu mengandalkan si mata elang ini, yang lebih cerdas dan penuh wibawa,. Sebuah kejadian yang sampai sekarang tidak pernah kami lupakan.

Mungkin sudah jadi kodrat manusia untuk mencari kesan di dalam memori. Bagi saya sendiri menikmati perjalanan hidup tersebut juga memiliki nuansa tersendiri. Entah itu dengan berganti-ganti pacar, eh kereta, bus, ataupun mobil pegoet & mobil DX andalan hingga sekarang berubah mobil Jaguar ijo. Momen-momen menunggu di stasiun dimana kita naik kereta tampa menggunakan karcis alias numpang di lokomotif dari kota surabaya hingga kota bandung berdiri tegap bersama tentara-tentara berbekal nasi warteg, apalagi di kala malam hari pemeriksaan gerbong pun terlewati adalah puncak kenikmatan tersendiri.

Romantika antar kota, memang menjadi luar biasa buat pemuda koboi petualang ini. Tetapi saya malah berpikir kemudian, tidak satu kota pun akhirnya yang menjadi lebih berkesan. Terlalu subjektif, dipengaruhi waktu dan momen, bercampur gelisah di hati. Rasa yang sangat manusiawi memang. Sebuah paradoks saja dimana ketika saya kangen akan kesan tersebut, maka kesan itu menjadi hilang ketika saya menetap disana. Dan akhirnya malah menjadi pertanyaan buat saya, lalu apakah perjuangan pencarian jatidiri cukup menjadi pelajaran kita. Kini si mata elang pemuda koboi sudah berubah ekspektasi yang dulu sudah berubah, waktunya sudah berbeda masanyapun sudah berbeda. Pemuda koboi inipun sudah menemukan jatidirinya dia terlihat lebih sukses, lebih mapan hidupnya dan ditahun ini dengar-dengar rencana bertobat untuk menunaikan rukun islam yang kelima.

Ada seorang tokoh lagi yang akan mengisi cerita ini namun nanti saja kuceritakan seiring dengan waktu biarkan aku bercerita dengan waktuku sendiri. Toh akulah sang PENCERITA dan kalian yang mendengar dan membacanya sekarang akan kutunjukkan tempat-tempat dimana kita berkoordinasi

a-gue-wkt-atur-taktik-perang.jpg  untitled1.jpg  a-gue-keluar-dr-kpl-perang.jpg

sebelah kiri ini koboi petualang lagi nyusun taktik perang, ditengah Gue lagi ngatur taktik strategi perang dan kita lihat dari kanan team elang menurunkan pasukan di Perak kota Surabaya

 

Iklan

5 Tanggapan

  1. Orang yang ketiga siapa nih ? (penasaran)

  2. Mata Elang belum mati. Dan tidak akan pernah melupakan Elang Hitam yang sekarang sudah menjadi Chief sebuah perusahaan jasa pembelajaran di kota kembang. Satu lagi Elang Jawa dari Solo telah beranak pinak akan menjadi 4 dan telah mengabdi pada seorang Sekarang Haji Akbar. Saat ini, Mata elang sedang tidur, entah kapan bangunnya? Jaguar ijo inventaris negara, jadi si koboi sedang mengabdi pada negara ini. Sekali mata tetap mata elang, tidak mungkin menjadi hidung (b)elang.

  3. orang ketiga belum berani berkomentar mas rayyan namanya juga ada seorang tokoh lagi…..

  4. mestinnya ada sambungannya nih…
    petualangan bahurekso……
    elang jawa sedang plesir……nyales…gae munggah haji hi…hi…hi

  5. maap, baru ketemu blog sampen…
    foto koboi nya bagus…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: